<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Sarto</title>
	<atom:link href="http://sarto.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sarto.blogdetik.com</link>
	<description>Just another Sarto weblog</description>
	<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 02:11:55 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Masyarakat</title>
		<link>http://sarto.blogdetik.com/2011/07/23/yayasan-pengkajian-dan-pengembangan-masyarakat/</link>
		<comments>http://sarto.blogdetik.com/2011/07/23/yayasan-pengkajian-dan-pengembangan-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 02:11:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarto.blogdetik.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Masyarakat (YP2M) menanam sekitar 250 pohon srikaya dan jeruk untuk menjaga keberlangsungan spesies kupu-kupu di kawasan taman wisata Bantimurung Bulusaraung, Maros. Pohon srikaya dan jeruk dipilih karena menyediakan makanan untuk berbagai jenis kupukupu. “Ini salah satu cara kami melestarikan jumlah spesies kupu-kupu itu. Selain itu, kami menggelar seminar tentang lingkungan hidup. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sarto.blogdetik.com/2011/07/23/yayasan-pengkajian-dan-pengembangan-masyarakat/">Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Masyarakat</a> (YP2M) menanam sekitar 250 pohon srikaya dan jeruk untuk menjaga keberlangsungan spesies kupu-kupu di kawasan taman wisata Bantimurung Bulusaraung, Maros. Pohon srikaya dan jeruk dipilih karena menyediakan makanan untuk berbagai jenis kupukupu. “Ini salah satu cara kami melestarikan jumlah spesies kupu-kupu itu. Selain itu, kami menggelar seminar tentang lingkungan hidup. Kedua kegiatan ini saling terkait untuk menjaga kelestarian kupu-kupu,” ujar Ketua YP2M Rauf Tika, kemarin.<br />
<span id="more-6"></span></p>
<p>Asisten Deputi Peningkatan Peran Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup Tri Bangun L Sony menuturkan, keberlangsungan kupu-kupu perlu dijaga. Saat ini iklim berubah-ubah sehingga bisa membuat sejumlah spesies kupu-kupu terancam punah. “Pemeliharaan itu dimulai dari penanaman pohon.</p>
<p>Beberapa spesies itu juga bergantung pada keberadaan kupukupu di lingkungan ini,”paparnya kepada wartawan seusai membuka kegiatan seminar lingkungan hidup di taman wisata Bantimurung, kemarin. Sementara itu,penanggung jawab penangkaran kupu-kupu taman wisata Bantimurung Bulusaraung Saiful Bachri menjelaskan, di Bantimurung dan sekitarnya terdapat sekitar 256 spesies kupu-kupu dari sekitar 500 spesies kupu-kupu di seluruh Sulawesi.</p>
<p>“Belum bisa dikatakan berkurang karena baru dilakukan pendataan pada 2010. Ada 133 jenis di satu lokasi di Bantimurung. Sekarang diperluas daerahnya karena masih masuk area karst dan menjadi 256,”ungkapnya. Bila ingin meningkatkan jumlah spesies kupu-kupu harus dilakukan penangkaran. Selain itu, diperlukan penanaman pohon yang menjadi pakan kupu-kupu. Demikian catatan online <a href="http://sarto.blogdetik.com/">Sarto</a> yang berjudul Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Masyarakat.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sarto.blogdetik.com/2011/07/23/yayasan-pengkajian-dan-pengembangan-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sebanyak 70 keluarga</title>
		<link>http://sarto.blogdetik.com/2011/01/14/sebanyak-70-keluarga/</link>
		<comments>http://sarto.blogdetik.com/2011/01/14/sebanyak-70-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jan 2011 03:19:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarto.blogdetik.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 70 keluarga atau sekitar 500 jiwa warga Kampung Romang Tangaya, Antang,Kecamatan Tamangapa,terisolir akibat banjir sejak sepekan lalu.

Hujan yang mengguyur Kota Makassar menyebabkan banjir dengan tinggi sekitar satu meter dan mengakibatkan akses dari Kampung Romang Tangaya menuju Jalan Kajenjeng terputus dan hanya bisa ditempuh dengan perahu. Jika kondisi ini berkepanjangan, stok makanan di perkampungan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Sebanyak 70 keluarga" href="http://sarto.blogdetik.com/2011/01/14/sebanyak-70-keluarga/" target="_self">Sebanyak 70 keluarga</a> atau sekitar 500 jiwa warga Kampung Romang Tangaya, Antang,Kecamatan Tamangapa,terisolir akibat banjir sejak sepekan lalu.<br />
<span id="more-5"></span><br />
Hujan yang mengguyur Kota Makassar menyebabkan banjir dengan tinggi sekitar satu meter dan mengakibatkan akses dari Kampung Romang Tangaya menuju Jalan Kajenjeng terputus dan hanya bisa ditempuh dengan perahu. Jika kondisi ini berkepanjangan, stok makanan di perkampungan yang berbatasan dengan Kabupaten Gowa ini akan semakin menipis.Sementara itu, aksesibilitas warga menjangkau permukiman sangat terbatas.</p>
<p>Anggota DPRD Makassar dari Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat Erna Amin mengungkapkan, kondisi masyarakat di Kampung Romang Tangaya sangat memprihatinkan dalam sepekan terakhir. Genangan air mulai memasuki rumah penduduk yang rata-rata menggunakan rumah panggung. Untuk menuju ke Kelurahan Tamangapa, penduduk setempat terpaksa menggunakan sampan. Selain itu, banjir berkepanjangan menyebabkan warga mulai kesulitan memperoleh air bersih.</p>
<p>“Sudah sepekan warga di Romang Tangaya terisolir akibat banjir, tapi belum ada perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Stok pangan mereka mulai menipis. Padahal,letaknya cukup dekat dengan pusat kota,” ungkapnya kepada SINDOkemarin. Dari informasi yang dihimpun SINDO, kondisi tersebut berlangsung sejak 2008. Meski demikian, belum ada perhatian Pemkot menanggulangi masalah itu.Padahal, DPRD Makassar berulang kali meminta Pemkot memperhatikan wilayah tersebut.</p>
<p>Yang lebih memprihatinkan, meski berada dalam wilayah Kota Makassar, hingga saat ini daerah tersebut belum terjangkau aliran listrik PLN.Akibatnya, penduduk setempat hanya menggunakan penerangan dari lampu minyak tanah. Karena itu, dia berharap,Pemkot segera memberikan perhatian khusus di perkampungan itu,sebab di sana ratusan warga Makassar menanti uluran tangan pemerintah.</p>
<p>&#8220;Senin depan kami akan memanggil Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan kepala kecamatan untuk mengunjungi warga Tamangapa,&#8221; katanya. Anggota DPRD dari Komisi D Hamzah Hafid menambahkan,jika pemerintah tidak bisa membantu warga di Romang Tangaya, sebaiknya wilayah itu diserahkan kepada Pemkab Gowa.Adapun Tamangapa merupakan perbatasan antara Makassar dan Gowa.</p>
<p>&#8220;Pemerintah terkesan mengabaikan nasib 70 keluarga yang ada di RomangTangaya. Padahal,letaknya dekat dengan pusat Kota Makassar, tapi belum menikmati apa yang dirasakan warga kota,”tandasnya. Di daerah tersebut, hujan selama dua hari sudah berarti bencana.</p>
<p>Jalan yang semula bila dilewati kendaraan bermotor akan berubah menjadi lautan yang harus dilalui menggunakan sampan.Pemerintah harus merealisasikan janji kepada warga di daerah tersebut. Berdasarkan pantauan SINDO, banjir yang melanda Tamangapa Antang, hingga sore kemarin, ketinggiannya mencapai satu meter, sementara di Jalan Bung, setinggi lutut orang dewasa. Bahkan, beberapa rumah milik warga tergenangi air dan mengungsi di tetangganya.</p>
<p>Stok Pangan Pulau Bertahan Tiga Bulan</p>
<p>Kepala Badan Ketahanan Pangan Makassar Agus AS menyatakan, stok pangan untuk wilayah kepulauan yang masuk dalam wilayahadministrasiKotaMakassar dinyatakan aman,menyusul adanya larangan melaut yang dikeluarkan BMKG Wilayah IV Makassar. Stok pangan warga kepulauan diprediksi bertahan hingga tiga bulan ke depan. Sementara itu, larangan melaut hanya berlaku selama sepekan.</p>
<p>Sejak awal penduduk yang mendiami 11 pulau dengan jumlah penduduk 700 keluarga ini sudah menyiapkan stok.Tak hanya itu, mereka sudah terbiasa dan sudah tahu pada bulan apa saja harus menyiapkan stok tersebut, termasuk menghadapi musim ekstrem saat ini. “Sampai saat ini belum ada laporan kepulauan bahwa mereka kekurangan pangan, malah mereka mengaku sudah memiliki stok pangan yang cukup dan itu tidak perlu dikhawatirkan,”ungkapnya.</p>
<p>Agus menambahkan, kendati mengelola persoalan pangan, pihaknya sama sekali tidak memiliki stok pangan untuk antisipasi menipisnya pangan di wilayah kepulauan. Alasannya, posisi SKPD-nya hanya koordinatif saja,makanya jika ada kebutuhan pangan langsung berkoordinasi dengan Bulog selaku penyedia pangan. Demikian catatan online <a title="Sarto" href="http://sarto.blogdetik.com/" target="_self">Sarto</a> tentang Sebanyak 70 keluarga.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sarto.blogdetik.com/2011/01/14/sebanyak-70-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penumpang Lion Air tujuan Jakarta mengamuk</title>
		<link>http://sarto.blogdetik.com/2011/01/03/penumpang-lion-air-tujuan-jakarta-mengamuk/</link>
		<comments>http://sarto.blogdetik.com/2011/01/03/penumpang-lion-air-tujuan-jakarta-mengamuk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 15:59:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarto.blogdetik.com/2011/01/03/penumpang-lion-air-tujuan-jakarta-mengamuk/</guid>
		<description><![CDATA[IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -&#62; Ratusan penumpang Lion Air tujuan Jakarta mengamuk di Bandara Internasional Polonia Medan dini hari kemarin,lantaran tak kunjung diberangkatkan walau telah menunggu selama berjam-jam.

Para penumpang kecewa karena tidak mendapat pemberitahuan yang jelas dari pihak maskapai tersebut terkait tertundanya keberangkatan mereka. Terlebih lagi, tidak ada kejelasan kapan mereka diterbangkan ke Jakarta. Emosi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://im.grandong.com/" title="IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia" target="_blank">IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia</a> -&gt; Ratusan penumpang Lion Air tujuan Jakarta mengamuk di Bandara Internasional Polonia Medan dini hari kemarin,lantaran tak kunjung diberangkatkan walau telah menunggu selama berjam-jam.<br />
<span id="more-4"></span><br />
Para penumpang kecewa karena tidak mendapat pemberitahuan yang jelas dari pihak maskapai tersebut terkait tertundanya keberangkatan mereka. Terlebih lagi, tidak ada kejelasan kapan mereka diterbangkan ke Jakarta. Emosi ratusan penumpang ini pun memuncak karena menganggap makanan yang dibagikan pihak Lion Air tidak layak. Pihak maskapai tersibuk di Tanah Air ini pun tak bisa berbuat banyak menghadapi penumpangnya yang sedang kalap.Bagaimana tak emosi, mereka semestinya berangkat sekitar pukul 21.30 WIB, Sabtu (1/1), tetapi hingga pukul 01.00 (2/1) tidak ada kejelasan. Kemarahan mereka pun mereda setelah Lions Air menjanjikan ada pesawat yang datang untuk membawa penumpang dari Polonia ke Bandara Soekarno-Hatta, Banten, sekitar pukul 02.30.</p>
<p>Satu persatu penumpang beringsut ke tempat duduk di ruang tunggu untuk menunggu pesawat tersebut. Kepala Pos Polisi Bandara Polonia Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Saut Sihombing mengatakan,ratusan penumpang Lion Air sempat kecewa karena pesawat mereka tertunda hingga berjam-jam. Bahkan, tidak ada yang mengetahui alasan tertundanya keberangkatan tersebut. ”Banyak yang kecewa karena harus menunggu lama. Mereka enggak tahu kapan berangkat hingga 02.00 WIB,” Katanya kepada wartawan di Bandara Polonia Medan,kemarin. Menurut dia, beberapa penumpang mencoba bertanya pada pihak Lion Air di bandara,mereka tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Beberapa petugas maskapai itu tidak dapat menjelaskan penyebab ditundanya keberangkatan pesawat pada penerbangan terakhir itu.</p>
<p>Akibat minimnya informasi, keributan terjadi. Namun penumpang akhirnya memilih untuk menunggu mengingat tidak ada lagi pesawat lain yang terbang di saat yang sama. Penumpang pun akhirnya diberangkatkan sekitar 02.30 WIB. ”Kami sendiri (pihak keamanan) tidak tahu penyebabnya,”ujarnya. Sementara itu,pihak Administratur Bandara (Adban) Polonia Medan tidak dapat dikonfirmasi mengenai terlantarnya penumpang Lion Air hingga dini hari kemarin. Begitu juga dengan pihak maskapai penerbangan. Kepala Adban Polonia Medan Rajali Abubakar dan Distrik Manager Lion Air Medan, Juli Aspita tak kunjung mengangkat telepon selularnya ketika akan dikonfirmasi kemarin.</p>
<p>Staf OIC Airport Duty Manager Bandara Polonia Medan Herry Subagio menilai Adban terkesan tidak mampu berbuat apa-apa untuk menindak Lion Air. Padahal, maskapai tersebut sudah berulang kali membuat para konsumen kecewa.Mulai masalah barang bagasi milik penumpang yang terlantar hingga jadwal delay yang tak menentu. Menurut dia,Adban harus bersikap profesional dan tegas agar maskapai bermasalah jera dan tidak lagi membuat penumpang kecewa. ”Adban seharusnya bisa mendengarkan keluhan-keluhan dari penumpang. Jangan hanya diam saja, masuk kuping kanan keluar kuping kiri,”tegasnya. Herry menjelaskan, jika para penumpang kecewa dan emosi efek buruknya pasti ke bandara.</p>
<p>Penumpang akan bersikap anarkistis dan merusak fasilitas di bandara.Dia berharap Adband segera bersikap tegas dan menyelesaikan semua masalah yang disebabkan ulah maskapai yang tidak bertanggungjawab. Di sisi lain,hingga siang kemarin, Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Polonia Medan dipadati para penumpang yang akan berangkat menuju Jakarta dan kota lainnya. Salah seorang petugas keamanan di terminal keberangkatan domestik, R Sinaga menjelaskan, 2 Januari merupakan puncak dari arus balik liburan Natal dan Tahun Baru 2011. Karena semua karyawan sudah memulai aktivitas kerjanya hari ini. ”Sepertinya sampai sore ini bahkan malam nanti, Bandara Polonia akan terus dipadati penumpang. Besok kan semua karyawan sudah mulai kembali bekerja,”ungkapnya.</p>
<p>Sebelumnya, Humas Angkasa Pura (AP) II Bandara Polonia Medan Firdaus menyebutkan, selain puncak arus balik, 2 Januari ke atas akan dipadati penumpang yang ingin liburan ke luar kota, karena bertepatan dengan libur anak sekolah.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sarto.blogdetik.com/2011/01/03/penumpang-lion-air-tujuan-jakarta-mengamuk/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lagi, 29 Truk NATO Ludes Dibakar</title>
		<link>http://sarto.blogdetik.com/2010/10/10/lagi-29-truk-nato-ludes-dibakar/</link>
		<comments>http://sarto.blogdetik.com/2010/10/10/lagi-29-truk-nato-ludes-dibakar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2010 20:20:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[29 Truk NATO Ludes Dibakar]]></category>

		<category><![CDATA[Lagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarto.blogdetik.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Pria bersenjata, Sabtu (9/10), membakar sedikitnya 29 truk NATO di Pakistan barat daya, yang merupakan serangan keenam dalam seminggu saat kaum militan Islam terus menyasar rute pasokan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) ke Afganistan.

Dua petugas polisi terluka dalam serangan di daerah Mitri yang terpencil, sekitar 180 kilometer di tenggara Quetta, ibu kota Provinsi Baluchistan, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pria bersenjata, Sabtu (9/10), membakar sedikitnya 29 truk NATO di Pakistan barat daya, yang merupakan serangan keenam dalam seminggu saat kaum militan Islam terus menyasar rute pasokan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) ke Afganistan.<br />
<span id="more-3"></span><br />
Dua petugas polisi terluka dalam serangan di daerah Mitri yang terpencil, sekitar 180 kilometer di tenggara Quetta, ibu kota Provinsi Baluchistan, yang kaya minyak dan gas alam yang berbatasan dengan Iran dan Afganistan. &#8220;Sekitar 30 orang bersenjata menyerang truk-truk tangki itu, yang diparkir di luar sebuah hotel di pinggir jalan dan melepaskan tembakan pada Sabtu pagi. Aksi itu melukai dua pejabat polisi setempat,&#8221; kata Abdul Mateen, pejabat senior pemerintah di Mitri, kepada AFP.</p>
<p>Dia mengatakan, api melalap habis 29 truk tangki tersebut. Pemerintah daerah setempat, katanya, telah memanggil petugas pemadam kebakaran dari kota terdekat, Sibbi, untuk memadamkan api. &#8220;Kami dapat mengetahui kerugiannya hanya setelah api dapat dikendalikan.&#8221; Mateen mengatakan, truk-truk itu, yang sedang dalam perjalanan ke Afganistan berhenti di Mitri sejak semalam.</p>
<p>Sekretaris Daerah Baluchistan, Akbar Durrani, mengonfirmasikan insiden itu dan mengatakan bahwa api telah memusnahkan 29 truk tersebut.</p>
<p>Abdul Qadir, seorang karyawan hotel di pinggir jalan itu, mengatakan kepada AFP, &#8220;Saya cepat tertidur dan terbangun karena suara tembakan yang intens. Ketika saya keluar, saya melihat sekelompok orang bersenjata memberi peringatan kepada karyawan lain dan pengemudi kendaraan untuk menjauh. Tembakan itu begitu intens sehingga memicu kebakaran besar yang melanda semua truk yang diparkir di depan hotel,&#8221; kata Qadir.</p>
<p>Sejauh ini, tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan terbaru itu, yang terjadi hanya tiga hari setelah militan membakar lebih dari 40 truk tangki NATO dan kontainer di kota  Nowshera di barat laut dan di Quetta di barat daya. Militan Taliban telah melancarkan lima serangan terhadap kendaraan pasokan NATO di Pakistan dalam seminggu terakhir sebagai balas dendam atas gelombang baru serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat yang menyasar Taliban dan militan Al-Qaeda di barat laut negara itu.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sarto.blogdetik.com/2010/10/10/lagi-29-truk-nato-ludes-dibakar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Halo dunia!</title>
		<link>http://sarto.blogdetik.com/2010/05/04/halo-dunia/</link>
		<comments>http://sarto.blogdetik.com/2010/05/04/halo-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 15:14:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Datang <a href="http://blogdetik.com/">Blogdetik.com</a>. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sarto.blogdetik.com/2010/05/04/halo-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.391 seconds -->

